Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerita

H-1 Lebaran Dini Hari di Warung Mie Instan

Gambar
  Sumber gambar: Twitter Seseorang menghampiriku di sebuah warung saat aku sedang menikmati mie goreng instan sambil baca-baca timeline Twitter. Ia 40 cm berdiri di sampingku. "Mas, boleh pinjam koreknya?" ujarnya seketika. Kulihat wajahnya sekilas. Raut mukanya datar. Tanpa menjawab, kubuka tas dan mencari korekku. Ketika aku masih mencari-cari korekku, tiba-tiba dia men-skrol dan mengetuk-ngetuk layar HP-ku yang tergeletak di atas meja di dekat mangkok mie. Langsung saja aku tekan tombol power sekali dan HP langsung 'sleep'. "Apa kok sembarangan main HP?" Aku protes sambil menatap matanya. "Kenapa emang?" Bukannya menjawab, dia malah balik bertanya. Terang sekali bahwa lelaki ini suka bikin perkara. Kuperhatikan dia dari kepala hingga kaki. Dia memiliki rahang yang bagus. Tubuhnya lumayan kekar, tapi sorot matanya menandakan agak kurang ajar. Wajahnya kurang tersenyum hingga terlihat lebih tua dari semestinya....

Handphone yang Rusak

Gambar
Sumber gambar: geriyadjadoel.blogspot.com Petanimencatat - Aku mengetahui banyak hal yang mungkin tidak diketahui banyak orang. Kali ini aku mau bercerita tentang rahasia tuanku. Ya, tuan yang mempunyai hak atas diriku. Yang menebusku dari orang lain dengan sejumlah uang tertentu. Tuanku adalah seorang yang menyedihkan, lebih menyedihkan daripada aku. Bukan lantaran dia tidak mempunyai sesuatu yang berharga dalam hidupnya, melainkan justru karena dia memiliki seorang  kekasih yang amat dia cintai melebihi cintanya pada apapun. Aku berani bersumpah atas nama perusahaan yang telah menciptakanku: Dia tidak akan berhenti mencintai wanita pujaannya. Tuanku dan aku memiliki hubungan yang sangat erat, tapi bukan hubungan asmara atau simbiosis mutualisme seperti burung jalak dan kerbau. Sama sekali bukan. Hubungan kami itu persis seperti hubungannya dengan baju, atau celana, atau sepatu, atau kendaraan, atau barang-barangnya yang lain. Namun aku sepertinya menduduki posisi yang...

Imajinasi

Gambar
Sumber gambar: milik pribadi Petanimencatat - Aku baru saja selesai membaca novel Putri Sirkus dan Lelaki Penjual Dongeng, karya Jostein Gaarder, penulis asal Norwegia. Sebetulnya aku sudah lama memiliki buku novel itu. Sekitar 3 tahun yang lalu. Tapi, belum sempat aku membacanya, buku itu dipinjam oleh adik sepupu. Kemudian dipinjam oleh temannya dan, aku sangat yakin, berikutnya dipinjam oleh temannya teman adik sepupuku itu. Entah sudah berapa orang yang telah menjamah buku itu sebelum pemiliknya. Novel itu kembali padaku sekitar 5 bulan yang lalu, dan sudah dalam kondisi tidak menarik. Sungguh aku sangat menyesalkannya. Novel itu, seperti yang kuduga saat pertama kali melihatnya di toko buku, sungguh menarik. Ia menunjukkanku kedahsyatan imajinasi. Sesuatu yang kini sudah sangat jarang kulakukan. Sewaktu kecil, aku suka melamun. Membayangkan hal-hal yang dalam kenyataan sulit kulakukan, bahkan mustahil. Melamun pada akhirnya menjadi semacam pelarian atas keny...

Aku Lagi Ngidam

Gambar
Sumber gambar: milik pribadi Petanimencatat - Dua hari yang lalu aku mendapatkan tembakau ini. Seorang sepupu membelikannya di dekat pasar Kecamatan Mumbulsari. Lalu, bagaimana rasanya? Ya, biasa aja sih. Sejauh ini aku menikmatinya. Rokok tembakau itu, bagiku, keren. Ya, hanya orang-orang kampung dan yang kampungan yang menilai rokok tembakau itu untuk orang miskin dan aki-aki. Padahal, siapapun orangnya dan apapun strata sosialmya dapat mengkonsumsinya kok. Yang penting punya duit untuk membelinya, atau tidak punya malu untuk memintanya pada orang lain. Perkara rokok tembakau itu dipandang sebagai rokoknya orang miskin atau orang yang sedang miskin, aku menduga karena mereka taunya harga tembakau itu murah. Bahkan ada yang satu ons harganya Rp. 10.000. FYI, satu ons itu jika dikonsumsi sendiri dan dengan intensitas yang wajar dapat bertahan hingga 7 hari. Lalu, bagaimana rasanya tembakau Rp. 10.000 per ons? Ya dalam penilaian umum, sulit untuk mengatakan 'enak'. ...

Sekilas Dialog Imajiner Tentang Cinta dan Jodoh

Gambar
Sumber gambar: ugetuget.com Petanimencatat - Di suatu sore yang cerah. Saya (S) dan seorang kawan (K) sedang mancing. Sambil menunggu umpan dimakan ikan, kami coba mengusir kebosanan dengan saling ngobrol. K  : Bro, kamu sedang naksir seseorang ya? Ayo ngaku... S  : Ehm... jujur aja sih, emang iya. K : Terus, dia juga naksir nggk sama kamu? S : nggak tau. K : Lah, tapi kamu sayang sama dia kan, mencintainya kan? S : Iya K : Apa kamu akan terus berusaha dan menunggu sampai dia menyukaimu? S : Ya pastilah... K : Hebat kamu, bro. Ok. Kita bikin pengandaian ya. Bagaimana jika kamu dijodohin sama orang tua kamu dengan wanita lain yang, katakanlah lebih sholehah, lebih cantik dan lain sebagainya, tapi sayangnya kamu tidak mencintainya? Apakah kamu akan memilih wanita yang kamu taksir itu atau wanita perjodohan dari orang tuamu? S : Jelas, aku akan pilih wanita dari perjodohan orang tua. K : Wah... Wah... Wah..., berarti kamu nggak cinta dong sama ...

Seorang Kawan, Reclining Buddha, dan Tidur yang Tak Nyenyak

Gambar
Sumber gambar: milik pribadi Petanimencatat - Ini hari sial. Diawali dengan hasil seri pertandingan Arsenal melawan Sporting CP dini hari tadi, membuat momen begadangku kurang afdhol. Dilanjutkan tidak berkualitasnya tidur pagiku pada pukul 06.00 dan harus bangun pukul 09.00 karena sudah tidak dapat dipaksakan lagi. Namun diantara semua kesialan itu, hal yang paling brengsek adalah, saat memutuskan untuk bangun, tiba-tiba kudapati seorang kawan tidur dengan posisi ala Reclining Buddha atau dalam bahasa Yunani disebut juga pose Buddha Tidur. Persoalannya bukan pose tidurnya, melainkan kenyataan bahwa dalam keadaan tidur pun kawanku ini masih mengejek orang lain. Dan, kali ini aku, yang tidak bisa tidur nyenyak, diejeknya. Dalam banyak hal, percayalah, dia bukan orang ramah untuk interaksi yang santun. Tapi tentang posisi tidur yang persis pose Buddha Tidur itu, adalah hal yang menarik perhatianku seketika melihatnya. Bayangan patung Buddha Tidur di Trowulan Mojokerto lalu ha...

Perjuangan Meraih Impian

Gambar
Sumber gambar: motivadrenalin.com Hai, gaes, cerita kali ini tentang perjalanan hidup dan perjuangan seseorang hingga memperoleh beasiswa kuliah ke luar negeri. Tepatnya ke negeri Tiongkok, negerinya orang-orang neoliberalis yang berbaju komunis. Aku sangat mempercayai bahwa tidak ada hal-hal besar yang dilakukan dengan mudah. Suatu pencapaian yang amat berharga pasti melewati proses yang mengucurkan keringat, berdarah-darah hingga bahkan penuh nanah. Seperti semboyan Jawa Timur, "jer besuki mawa bea". Setiap kemenangan memerlukan pengorbanan. Demikian pula keberhasilan Wulan, tokoh kita kali ini, mendapat beasiswa kuliah ke negerinya Mao Zedong itu. Prosesnya tidak pernah sesederhana yang dipikirkan oleh orang-orang. Ada 'harga' yang mesti dibayar. Ada cerita yang patut didengar. *** Wulan lahir di Probolinggo, 19 tahun yang lalu pada 25 Januari. Sebagaimana diakuinya sendiri, mahasiswi Fuzhou Normal University ini adalah anak yang s...

Balada Cinta Hozan Qudsy (Part III-End)

Gambar
Sumber gambar: milik pribadi Untuk kelengkapan cerita yang lebih yahud, silakan baca part I dan part II . Ada sebuah ungkapan, entah siapa yang mengatakan aku lupa, yang kurang lebih berbunyi: "yang sulit itu bukan mengatakan 'selamat tinggal', tapi membiasakan diri tanpa hal-hal yang dulu biasa kita lakukan." Gaes, aku kira setiap orang yang kandas percintaannya menghadapi kesukaran ini. Siapapun orangnya, selagi ia memiliki rasa cinta yang mendalam. Kebiasaan-kebiasaan seperti saling bertukar kabar, bertemu, bersenda gurau, bahkan sampai melakukan hal-hal bodoh dan gila bersama orang terkasih akan sangat sulit dilupakan. Lebih-lebih jika berada pada posisi diputusin atau dikhianatin. Sungguh tidak pernah mudah memulai hidup yang baru dengan keadaan yang demikian. Hal yang senada tentunya juga dialami oleh tokoh kita, sang jenderal asmara, Hozan Qudsy. Aku tau dari beberapa orang. Setelah hubungannya putus dengan seorang gadis bernama A...

Balada Cinta Hozan Qudsy (Part II)

Gambar
Sumber gambar: rumahtanggaindonesia.com Untuk kesinambungan alur cerita, silakan baca part I disini . "Kemarin dia datang ke sini. Terus, tadi sore pulang. Sebelum dia pulang, aku menawarkan diri untuk nganter dia. Tapi dia menolak. Dia bilang, dia pulang bareng pamannya temannya. Aku agak gak percaya, soalnya dia sudah berbohong sebelumnya saat datang kesini. Dia bilangnya datangnya naik bus, tapi kenyataannya tidak demikian. "Akhir-akhir ini dia memang penuh drama. Sebelum dia pulang, dia bilang ke temannya bahwa hapenya mati. Kata temannya, dia mau menghubungiku kalau sudah sampai ke rumahnya. "Sejujurnya, hari ini aku sangat butuh dia.  Aku ingin bersamanya. Tadi siang aku ujian proposal, aku kira dia mau menyemangatiku. Tapi ternyata tidak. Bahkan dia seperti tidak antusias." Pemirsa, perhatikan betapa bertele-telenya dia dalam bercerita. Untung dia yang telpon hingga aku nggak rugi pulsa untuk curhatan yang nir-faedah ini. Dengan ogah...

Balada Cinta Hozan Qudsy (Part I)

Gambar
Sumber gambar: rumahkeluargaindonesia.com Pemirsa yang budiman, baiknya kalian tidak tergesa-gesa menyimpulkan kisah yang satu ini. Meskipun judulnya terdengar mirip dengan 'Balada Gitar Tua'-nya Rhoma Irama, aku pastikan bahwa ini sama sekali berbeda. Ini adalah kisah cinta yang menyakitkan tapi mengesankan. Bila kalian tak kenal siapa itu Hozan Qudsy, jangan ambil pusing. Anggap saja ia adalah Yusfan, Arfan, Hasanah, Nayra, Brilian, Anisa, Elok, Novia, Nita, Cindy, Dian, Ria, atau siapapun. Terserah. Kisah ini bisa terjadi pada siapa saja. Sebab yang terpenting bukan siapa tokohnya, tapi bagaimana jalan ceritanya. *** 3 Pebruari 2018. Itu adalah hari Sabtu malam Minggu. Aku sedang ibadah 'ngopi' dengan teman-teman di warung kopi sederhana tanpa WiFi. Sebagai golongan orang-orang jomblo bermartabat yang punya pengertian, kami tidak mau menyumbang kemacetan dan melakukan pemborosan BBM untuk perjalanan yang tidak penting di malam Minggu. ...

Curhatan-curhatan dari Teman-teman

Gambar
Sumber gambar: ugetuget.com Dan yang terbaru, seorang teman curhat via chat Whatsapp tentang pertengkarannya dengan sang suami. Ini kusalin percakapan kami, dan aku sunting beberapa hal untuk kepentingan privasinya. “Aku biarkan dari kemarin karena aku pikir dia butuh nenangin diri, tapi aku hubungi kok nggak digubris,” katanya. “Mungkin kamu perlu mencarinya besok.” “Awalnya aku chat dan telpon, masuk. Tapi setelah itu gak bisa. Mungkin (internet) datanya dimatiin,” ujarnya memikirkan kemungkinan. “Besok aja dicari. Kamu pasti tau tempat biasa dia nongkrong.” Aku masih dengan saran yang sama. Lalu, dia chat lagi, “beberapa kali aku kayak gini. Aku yang cari, aku yang susah payah. Sakit rasanya.” ( ya, iyalah, Bu. Masa tetangga yang mau susah payah dan bersakit-sakit, kan kamu yang enak-enakan sama suamimu? Gimana sih! ) “Ya, kan kamu sendiri yang memilih untuk menikahinya.”  “Dia itu angkuh. Sangat , sangat angkuh. Entah kenapa akhir-akhir ini ...

Cerita Ziarah Wali, Peminta-minta dan Keikhlasan

Gambar
Sumber gambar: milik pribadi Beberapa jam sebelum keberangkatan pulang ke Jatim, saya bersama dua orang kawan menyempatkan diri untuk ziarah ke makam Sunan Gunung Jati. Letaknya tidak begitu jauh dari kontrakan yang kami tempati. Sebenarnya rencana ziarah ini sudah ada jauh-jauh hari bahkan sebelum saya tiba di Cirebon. Namun, karena kemalasan dan hal-hal lain, rencana itu tertunda hingga hampir saja tak terlaksana. Untung salah satu kawan saya mempunyai niat yang jauh lebih besar dari saya, dan saya pun akhirnya terpengaruh juga. Saya cukup suka dengan ziarah kubur. Tidak terlalu sering juga sih, dan tidak banyak makam-makam wali yang pernah saya kunjungi. Entah mengapa saya merasa nyaman saja. Meskipun pada saat itu saya tidak punya kepentingan apa-apa--dan biasanya memang tidak punya kepentingan--kecuali mengharapkan berkah dan ridho Allah melalui kekasih-kekasihNya tersebut. Bisa jadi, kesukaan pada ziarah kubur ini adalah 'ketularan' dari bapak saya. Belia...

Dua Kawan dan Ugal-ugalan yang 'Mendekatkan Diri' pada Tuhan

Gambar
Sumber gambar: majalahouch.com Barangkali kalian tidak akan percaya bila kuceritakan tentang Honda Beat edisi thn. 2011 CC 110 melaju dengan kecepatan 100 km/h. Persoalannya, kejadian itu tidak terjadi di sirkuit Sentul atau di landasan pacu pesawat terbang, tapi di jln. HR. Muhammad, yang kepadatan lalu lintasnya tidak usah kalian ragukan. Pergerakan motor matic ini amat lincah dan gesit. Meliuk-liuk diantara mobil-mobil dan motor-motor lain dengan sangat smooth tapi menukik, seperti akrobatik elit politik di negeri ini. Saya tidak tau apa yang ada di pikiran si pengemudi. Dia adalah Marc Marquez dari Pendil alias Rifki Sobirin. Tapi yang jelas, apa namanya kebut-kebutan di jalanan sepadat itu kalau bukan ajakan untuk menghadap Ilahi? Dia sungguh teman yang baik. Iya, kan? Ada lagi seorang teman yang tak kalah memukau. Namanya Nurul Huda, seorang dokter muda di RS. Dr. Soetomo sekaligus calon dokter gokil yang akan dimiliki bangsa ini. Dengan sedikit agak hiperbolis, dia ada...