'Toxic Masculinity' dan Kesetaraan Gender
(Sumber gambar dari akun IG @aff.clubs) Syukur, setelah introspeksi secara mendalam, aku tidak mengidap bahkan sebiji pun dari contoh-contoh 'Toxic Masculinity' ini. Demikian juga, aku menginginkan agar kaum lelaki tidak perlu memiliki sikap 'toxic'. Iya, aku merokok, tapi bukan karena demi terlihat jantan. Merokok bagiku sama seperti makan mie instan atau minum Sprite bagi kalian. Kita melakukannya, ya karena kita suka dan ingin melakukannya. Dan ketika kita melakukan apa yang ingin kita lakukan, selama tidak melanggar hukum dan norma, itulah kebahagiaan. Dalam hal kesetaraan gender, aku percaya laki-laki dan perempuan itu setara, dan bukan sama. Yang terpenting itu adalah kualitas. Tidak urus alat kelaminmu 'pisang' atau 'donat'. Yang paling baik di antara semuanya adalah yang paling bertakwa, paling beriman, dan paling berguna. Bukan suatu kehinaan bila seorang lelaki mengerjakan urusan domestik rumah tangga: masak, nyuci, dan nyapu. Pun, t...